Sore di sebuah pantai selatan jawa, dimana terik matahari mulai meredup dan perlahan pergi meninggalkanku. Seakan mengisyaratkan bahwa petang akan segera tiba menghampiri. Di tepian pantai, ku lihat para Nelayan mulai bergegas memacu kapal menuju lautan lepas tanpa batas. Dengan layar yang terbentang lebar. Embusan angin yang membawanya mengarungi samudra, seakan mengingatkanku akan sebuah pesan yang pernah di berikan kepadaku. Sebuah pesan singkat penuh makna juga penuh arti. Jadilah seperti embusan angin yang selalu menemani kemanapun kapal berlayar. Meski seringkali terpaan ombak yang menyakitkan menghadang namun angin tetaplah menemani sang kapal berlayar.
Malam itu sehabis hujan, bulan dan bintang enggan menyapa. Hanya angin malam yang menyapaku dingin, dan kamu yang memberi kehangatan pada hati yang mulai kau tata hingga rapih. Kusut dan rapuh itu dulu, jauh sebelum ada kita dihidupku. Goresan tinta abu-abu yang semakin tak menentu. Hingga kini kau berikan tinta warna warni tuk menuliskan semua cerita kemarin, hari ini, bahkan esok yang selalu kita citakan. Kadang lucu memperhatikan diri ini yang menjadi kekanakan kala bersamamu, seperti bersama teman masa kecil yang bercanda hingga tertawa lepas tanpa memikirkan dunia yang semakin tak terkendali. Tertawa lepas bersamamu tanpa alasan menjadikanku lupa akan kerasnya kehidupan. Beban yang terasa seolah hilang entah kemana. Menjadi bahagia karena ada kita diantara kamu dan aku adalah hal sederhana yang selalu kujadikan alasan untuk singgah dan menetap.
Komentar
Posting Komentar