Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

SEBUAH UPAYA

Setahun sudah kita berpisah dengan alasan yang hingga saat ini tak pernah kumengerti, sebuah pesan singkat muncul di jendela notifikasi yang tak pernah kuharapkan. Sebuah sapaan singkat dan bertanya kabar. Hari terus berlalu hingga kita kembali menjalin komunikasi yang intens setiap harinya. Kenangan yang perlahan mulai bisa kusimpan dalam kotak pun kau bongkar dengan begitu cepat, seolah mengingatkan tentang janji dan semua cita yang pernah didiskusikan bersama. Ujian semester telah usai, kala itu minggu dimana kita pernah menghadiri sebuah undangan pernikahan salah satu sahabatku. Dengan dress warna merah yang kau kenakan dan selalu membuat semua mata terpana karena begitu anggunnya dirimu, aku tak ingin lupa hal itu. Lalu kita habiskan hari itu dengan menikmati senja di pesisir pantai, bertemankan deburan ombak dan bisikan angin yang bertiup seolah mengiringi perbincangan kita kala itu. Sedikit berat memang, diskusi rasa menghadap senja adalah hal tersulit. Namun apalah daya ...

HANYA SEBATAS RINDU

Belakangan ini temu hanyalah sebatas rindu. Kamu yang mulai menata masa depanmu, fokus dengan karirmu dan aku yang juga sedang melanjutkan study dan juga berfokus pada karir. Terkadang rindu berbisik dan membuatku memutar otak tentang bagaimana cara untuk menyampaikan rindu. Apalagi senja sudah bergegas sebelum ku titipkan rindu, bintang juga sedang berteduh diantara langit mendung di malam ini, semakin larut dan hanyut oleh rintik hujan yang selalu jatuh. Mungkin memang kalimat temu hanya sebatas rindu yang bahkan tak pernah tersampaikan. Seperti kapal yang karam kala diterpa badai di samudra lepas. Juga burung yang bingung berlalu-lalang kala tempat singgahnya diambil oleh manusia tanpa permisi.