Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

PERSINGGAHAN TERINDAH

Malam itu sehabis hujan, bulan dan bintang enggan menyapa. Hanya angin malam yang menyapaku dingin, dan kamu yang memberi kehangatan pada hati yang mulai kau tata hingga rapih. Kusut dan rapuh itu dulu, jauh sebelum ada kita dihidupku. Goresan tinta abu-abu yang semakin tak menentu. Hingga kini kau berikan tinta warna warni tuk menuliskan semua cerita kemarin, hari ini, bahkan esok yang selalu kita citakan. Kadang lucu memperhatikan diri ini yang menjadi kekanakan kala bersamamu, seperti bersama teman masa kecil yang bercanda hingga tertawa lepas tanpa memikirkan dunia yang semakin tak terkendali. Tertawa lepas bersamamu tanpa alasan menjadikanku lupa akan kerasnya kehidupan. Beban yang terasa seolah hilang entah kemana. Menjadi bahagia karena ada kita diantara kamu dan aku adalah hal sederhana yang selalu kujadikan alasan untuk singgah dan menetap.

AKU PATAH KARENA RESAH

Perlahan sebenarnya aku sudah lupa, tapi Tuhan mengingatkan kembali rasa itu. Rasa yang dulu sempat membuatku terbang bebas di langit lepas dan terhempas angin lalu. Tapi ternyata itu hanya ujian yang akan membuatku menjadi lebih kuat, kurasa... Itu bukan salahmu, aku tidak ingin menyalahkan siapapun. Itu salah arogansiku, anggap saja seperti itu. Atau mungkin karena aku bodoh dalam percintaan, yang mendapat nilai nol dari sepuluh. Ingin rasanya marah pada diri ini kenapa masih saja berharap pada manusia lagi... Harusnya aku berhenti kala tujuanku tak lagi bisa kucapai, kala tujuanku semakin menjauh, kala semua yang kuperjuangkan tak lagi pernah kau pedulikan. Aku patah karena resah, resah pada tujuan yang salah.  Inginku mengadu pada Tuhanku karena resah mencintai manusia, tapi apakah aku pernah mengadu pada Tuhan jika aku mencintai Tuhanku.