Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi, sudah terlalu larut untuk
wanita sepertinya masih berada disebuah café kecil disudut kota ini. Sepertinya
dia masih mahasiwi baru alias maba, lagi lembur tugas kuliah yang nanti harus
dikumpulkan. Aku hanya bisa mengamati sambal menerka siapa wanita ini dan apa
yang sedang ia kerjakan hingga selarut ini.
Namaku Adi, dua puluh tiga tahun mahasiswa semester tua yang nggak
selesai-selesai mengerjakan skripsi. Aku sering di café ini, entah sekedar
nongkrong sama teman sejawat seperjuangan ataupun ngerjain tugas-tugas kuliah
yang terkadang menyita waktu tidurku. Café kecil yang tidak terlalu ramai,
dengan interior yang cozy, kopi yang nikmat dengan takaran yang pas, dan alunan
music indie yang selalu diputar setiap waltu. Yaa cofeeshop memang terkenal
dengan lagu-lagu indie yang khas dengan para penikmat kopi.
Malam ini aku melanjutkan skripksianku yang udah beberapa minggu terabaikan,
Lelah dan juga bosan dengan revisian yang tak kunjung usai dari dosen
pembimbing, dua puluh persen bimbingan selebihnya ngedengerin dosen curhat kesana
kemari hingga waktu konsultasi dengan dosen pembimbing habis untuk sesi
curhatnya.
Sudah selarut ini dan aku masih saja penasaran dengan wanita diseberang
sana, dengan gaya khas anak indie, secangkir kopi dan laptop dihadapannya.
“Samperin aja mas, siapa tau jodoh, haha…” Ujar salah seorang pegawai
di café tersebut yang tengah membersihkan meja sebelah.
“Dari tadi dipantengin aja, nanti nyesel lho kalo udah ditinggal
pulang” Imbuhnya dengan nada sedikit meledek.
“Udah berapa lama dia disana mas? Kok sepagi ini masih disini” tanyaku.
“Udah dari tadi sih mas, dia sering kesini juga akhir-akhir ini mas, pasi
sampai selarut ini dan hanya berteman dengan laptop dan secangkir kopi. Udah
sikat aja mas nggak usah kebanyakan mikir”.
Akupun hanya tertawa sembari
berfikir, sepertinya benar apa yang dikatan mas-mas tadi. Kususun kalimat dan juga
tekad untuk memberanikan diri kenalan.
“Kursi ini kosong mbak, boleh
duduk?” sedikit gugup, keringetan kayak orang nahan pipis.
“Eh, iya mas kosong. Silahkan saja”
dengan ekspresi sedikit kaget sambil mikir siapa ini cowok banyak kursi kosong
kenapa duduknya harus didepanku.
“Jam segini masih disini mbak, lagi
ngerjain tugas apa kerjaan mbak?”
“Eh, iya ini mas ngerjain tugas
kuliah. Deadline harus di email nanti siang ke dosen buat ganti ujian tengah
semester kemarin. Masnya siapa ya?”
“Oh iya sorry, namaku Adi” dalam
hati ketawa ketiwi akhirnya kenalan juga.
“Aku Putri”.
Waktu berlalu hingga café ini
akan tutup dan semua pengunjung yang masih berada disini pun bergegas. Sedikit
perbincangan pembuka awal perkenalan dengan Putri pagi ini. Cantik, rambutnya
yang panjang, dengan dandanan yang minimalis jadi natural cantiknya. Ah mimpi apa kemarin pagi ini bisa
kenalan sama mbak-mbak yang imut ini.
Komentar
Posting Komentar