Langsung ke konten utama

PERSINGGAHAN TERINDAH

Malam itu sehabis hujan, bulan dan bintang enggan menyapa. Hanya angin malam yang menyapaku dingin, dan kamu yang memberi kehangatan pada hati yang mulai kau tata hingga rapih. Kusut dan rapuh itu dulu, jauh sebelum ada kita dihidupku. Goresan tinta abu-abu yang semakin tak menentu. Hingga kini kau berikan tinta warna warni tuk menuliskan semua cerita kemarin, hari ini, bahkan esok yang selalu kita citakan.

Kadang lucu memperhatikan diri ini yang menjadi kekanakan kala bersamamu, seperti bersama teman masa kecil yang bercanda hingga tertawa lepas tanpa memikirkan dunia yang semakin tak terkendali. Tertawa lepas bersamamu tanpa alasan menjadikanku lupa akan kerasnya kehidupan. Beban yang terasa seolah hilang entah kemana.

Menjadi bahagia karena ada kita diantara kamu dan aku adalah hal sederhana yang selalu kujadikan alasan untuk singgah dan menetap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH UPAYA

Setahun sudah kita berpisah dengan alasan yang hingga saat ini tak pernah kumengerti, sebuah pesan singkat muncul di jendela notifikasi yang tak pernah kuharapkan. Sebuah sapaan singkat dan bertanya kabar. Hari terus berlalu hingga kita kembali menjalin komunikasi yang intens setiap harinya. Kenangan yang perlahan mulai bisa kusimpan dalam kotak pun kau bongkar dengan begitu cepat, seolah mengingatkan tentang janji dan semua cita yang pernah didiskusikan bersama. Ujian semester telah usai, kala itu minggu dimana kita pernah menghadiri sebuah undangan pernikahan salah satu sahabatku. Dengan dress warna merah yang kau kenakan dan selalu membuat semua mata terpana karena begitu anggunnya dirimu, aku tak ingin lupa hal itu. Lalu kita habiskan hari itu dengan menikmati senja di pesisir pantai, bertemankan deburan ombak dan bisikan angin yang bertiup seolah mengiringi perbincangan kita kala itu. Sedikit berat memang, diskusi rasa menghadap senja adalah hal tersulit. Namun apalah daya ...

1. AWAL YANG BAIK

Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi, sudah terlalu larut untuk wanita sepertinya masih berada di sebuah café kecil disudut kota ini. Sepertinya dia masih mahasiwi baru alias maba, lagi lembur tugas kuliah yang nanti harus dikumpulkan. Aku hanya bisa mengamati sambal menerka siapa wanita ini dan apa yang sedang ia kerjakan hingga selarut ini. Namaku Adi, dua puluh tiga tahun mahasiswa semester tua yang nggak selesai-selesai mengerjakan skripsi. Aku sering di café ini, entah sekedar nongkrong sama teman sejawat seperjuangan ataupun ngerjain tugas-tugas kuliah yang terkadang menyita waktu tidurku. Café kecil yang tidak terlalu ramai, dengan interior yang cozy, kopi yang nikmat dengan takaran yang pas, dan alunan music indie yang selalu diputar setiap waltu. Yaa cofeeshop memang terkenal dengan lagu-lagu indie yang khas dengan para penikmat kopi. Malam ini aku melanjutkan skripksianku yang udah beberapa minggu terabaikan, Lelah dan juga bosan dengan revisian yang tak kunjung usai dar...