Sore itu, masih teringat jelas semua percakapan yang kita diskusikan. Disaksikan seluruh alam semesta, embusan angin yang membelaiku, deburan ombak yang menenangkanku, dan juga senja yang kala itu membakar langit dengan pesona yang sangat indah. Sejenak hening, ku ungkapkan semua yang sudah kutulis dalam benak, kurajut sehari semalam kata demi kata agar semua tertata seperti hati ini waktu itu. Kuhela nafas yang sedikit panjang dan kuungkapkan semuanya. tentu saja perasaan yang sudah semestinya kau tahu. Hingga kau tertegun, dan seluruh alam semesta seraya tak bernafas beberapa saat setelah kau tahu semuanya, karena aku tahu bahwa kesempatan tak akan penag datang untuk yang kedua kali.
Tuhan memang adil, terkadang keputusan tak bisa kita ambil hanya dengan sehela nafas. Mungkin itu yang membuatmu mengurungkan niat untuk menjawab semuanya kala itu memberikan kepastian dan memulai cerita baru, dengan semua kesaksian yang sudah Tuhan siapkan di sekelilingmu. Bahkan hingga saat ini pun tak pernah kudengar jawaban dari semua yang sudah ku ungkapkan Atau mungkin memang ini adalah skenario yang sudah ditulis di catatan Tuhan, bahwa akan ada orang lain yang bisa membahagiakanmu dengan goresan tinta untuk cerita yang indah.
Komentar
Posting Komentar